Hari Papa
Hari Ayah, 12 November, jatuh pada hari Minggu tahun ini. Bagaimana keluarga Fushiguro akan merayakannya? Alternatif: Hari ulang tahun Papa Toji, 31 Desember, (juga) jatuh pada hari Minggu tahun ini. Bagaimana keluarga Fushiguro akan merayakannya?
NOTES
- Semua tokoh Jujutsu Kaisen milik Gege Akutami.
- Satu universe dengan https://apuspitarh.writeas.com/hari-ulang-tahun-dan-hari-mama, tetapi kali ini hanya ada 5 orang anggota keluarga Fushiguro serta kawanan Shikigami milik Megumi dan Cursed Spirit milik Toji.
- Sedikit WARNING SPOILER untuk season 2 anime.
- Sudah lama tidak menulis cerita fanfiksi berbentuk narasi (2021→2023) sehingga — kemungkinan besar — akan ada perubahan gaya bahasa tulis. Sebenarnya sudah terpikir untuk melanjutkan cerita ini akhir Oktober dengan tema Hari Ayah dan langsung cek tanggalnya. Sesuai, nih! Bisa mulai berimajinasi. Ternyata adegan Toji versus Megumi di anime tayang pada minggu yang sama dengan Hari Ayah ini. Pas banget! Oke, eksekusi. Jadilah cerita sekarang ini, hehe.
- Cerita ini bisa dianggap sebagai “pelampiasan” karena salah satu adegan yang paling ditunggu akhirnya dianimasikan.
- Cerita ini hanya fiksi, hiburan semata.
- Cerita berbahasa Indonesia. Ada sedikit bahasa percakapan dan bahasa Inggris.
- Mungkin ada typo dan format penulisan yang kurang tepat.
- Panjang cerita sekitar 700 kata.
- November 12 is indeed Father’s Day in Indonesia and December 31 is indeed Toji's birthday, just so you know.
- Sedikit tambahan: Sebenarnya ini dibuat untuk merayakan hari ayah bulan November lalu, tapi waktu itu lagi heboh sama tugas dan ide buntu, jadinya diundur untuk merayakan hari ulang tahun Toji. Akhirnya diputuskan kalau cerita ini bisa dibaca dari 2 sisi (hari ayah—12 nov, hari ultah—31 des).
- Enjoy!
MEET THE CHARACTERS
Fushiguro fam: – Toji – Mamagumi (ibu kandungnya Megumi) – Mamaguro (ibu kandungnya Tsumiki) – Tsumiki – Megumi
More fam&friends: Megumi's Shikigami: – Shiro, Kuro, Kon si anjing kembar tiga – Orochi si ular – Nue si burung hantu – Gama, kelompok katak – Seiteishirazu, kelompok katak bersayap – Banshou si gajah – Datto, kelompok kelinci – Mahoraga si raksasa Toji's Cursed Spirit: Ulat Sagu si ulat
Hari Papa by apuspitarh
Tsumiki dan Megumi sedang membaca buku di ruang baca. Hari itu mereka memang sudah tidak ada kewajiban apa pun dari sekolah dan, seperti biasa, mereka senang menghabiskan waktu bersama di sana. Kadang kala, mereka saling bertukar pendapat mengenai buku tersebut, seberapa pun progres bacaannya.
“Gumi, hari Minggu ini ‘kan acara papa. Gumi ada ide mau kasih hadiah apa buat papa?” tanya Tsumiki. “Oh iya, hari Minggu ini ya.” balas Megumi.
Mereka berpikir sejenak sambil membayangkan seperti apa kira-kira mereka akan merayakan Hari Ayah tahun ini.
“Gumi kepikiran kita bikin homemade sushi,” saran Megumi. “Seru tuh! Mau bikin origami atau crochet juga, gak?” tambah Tsumiki. “Boleh, Kak. Kita juga udah lama ga bikin kreasi kayak gitu.” “Oke, berarti kita ke pasar dulu, ya, beli bahan-bahannya.” “Iya, Kak.”
Sesampainya di rumah setelah berbelanja di pasar, Tsumiki dan Megumi disambut oleh kedua ibunya. Bapaknya masih kerja di luar dan pulang sekitar jam 9 malam. Mereka memutuskan untuk mendinginkan ikan di kulkas untuk diolah hari Sabtu, sehari sebelum acara. Untuk sekarang, mereka mulai mencicil kado.
Mamaguro dan Megumi membuat origami; Mamagumi dan Tsumiki membuat crochet. Temanya adalah para Shikigami dan Ulat Sagu. Sebagai tambahan, mereka juga membuat bintang-bintang kecil.
Tak terasa, jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam. Mereka menyimpan hasil kreasi di kamar Megumi karena di sana memang masih banyak ruang kosong yang tersedia. Bagaimana tidak? Ia sering kali memanggil para Shikigami untuk bermain di kamarnya.
Sekitar pukul 10, Toji tiba di rumah. Seluruh anggota keluarga Fushiguro akhirnya makan malam bersama di ruang tamu sambil mengobrol.
“Besok, hari Sabtu, Papa ada perlu ya di kantor. Malemnya pulang kok, gak nginep. Gapapa, ya?” tanya Toji. “Gapapa, Pa,” balas keluarganya serentak.
Selesai makan, mereka berlima bekerja sama untuk membersihkan meja dan mencuci piring. Setelah itu, mereka ke kamar masing-masing, bersiap diri untuk istirahat.
Hari Sabtu pukul 9 pagi, Toji pamit untuk pergi ke kantor. Tsumiki, Megumi, dan kedua ibu mengantarnya sampai depan rumah. Setelah ia tidak terlihat dari pandangan, mereka kembali masuk ke rumah, tepatnya ke dapur.
Waktunya membuat sushi.
Mereka bersama-sama menyiapkan ikan, nasi, bumbu, dan berbagai variasi bahan lainnya dengan tekun dan teliti. Takaran dan cetakan sebisa mungkin sesuai untuk porsi mereka. Tak lupa, mereka juga menyiapkan porsi sushi khusus untuk para Shikigami dan Ulat Sagu. Tidak banyak, hanya sebagai “hadiah kecil-kecilan” untuk mereka di hari spesial keluarga Fushiguro.
Sesi pembuatan sushi akhirnya selesai. Mereka meletakkan sushi kreasi mereka di tempat khusus dengan temperatur yang sesuai agar rasanya tetap prima besok.
“Ma, besok pagi papa gak ke kantor, ‘kan?” tanya Megumi. “Gak, besok jadwal papa kosong,” jawab Mamagumi dan Mamaguro bergantian. “Miki sama Gumi rencana mau kasih surprise-nya pagi, sebelum papa bangun kalau bisa,” jelas Tsumiki.
Kedua ibunya mengangguk, menyetujui rencana mereka. “Jangan lupa pasang alarm lebih pagi, ya.”
Benar saja, hari Minggu ini Tsumiki dan Megumi bangun lebih pagi, bahkan Toji dan kedua ibunya masih di alam mimpi. Kedua saudara itu segera ke ruang tamu untuk meletakkan karya origami dan crochet, menyiapkan sushi di meja, dan sedikit mendekorasi ruang itu. Tak lupa, Megumi juga memanggil para Shikigami untuk turut memeriahkan acara, ia meminta mereka menunggu di ruang tamu. Tentu saja, beberapa ekor Datto membuntuti Megumi dan Tsumiki ke mana pun mereka pergi.
Mereka mengambil seporsi sushi isi lima dan membawanya ke kamar orang tuanya. Mamagumi dan Mamaguro menyambut mereka di depan kamar dan membuka pintu.
“Selamat Hari Papa!” seru mereka saat membangunkan Toji.
Toji akhirnya membuka matanya kaget. Setelah nyawanya terkumpul lengkap, ia akhirnya sadar kalau hari Minggu ini adalah hari spesialnya.
Mereka berlima, ditemani oleh beberapa ekor Datto yang ikut ke kamar, menghabiskan sushi yang dibawa oleh Tsumiki dan Megumi. Setelah itu, mereka ke ruang tamu.
Sesampainya di sana, mereka disambut oleh Shikigami yang lain. Orochi, seekor Gama, dan seekor Seiteishirazu meminta Toji untuk memanggil sahabat mereka — Ulat Sagu.
“Haha, oke, oke!” Toji paham betul maksud mereka dan segera memanggil Cursed Spirit miliknya. Ia juga tampak mengambil sesuatu darinya.
Topi pesta.
Toji segera meletakkan topi tersebut ke atas kepala Ulat Sagu sebelum membiarkannya bermain dengan para Shikigami.
“Hari Papa!” kata Ulat Sagu, mengucapkan selamat kepada pemiliknya. Toji membalasnya dengan senyuman.
Toji kembali bergabung dengan istri dan anaknya di sekitar meja. Mereka menunjukkan hasil kreasinya — origami dan crochet — kepada yang beracara sambil menikmati sushi. Kawanan Shikigami dan Ulat Sagu pun turut menyantap porsi sushi mereka masing-masing.
“Makasih, Mama! Makasih, Kak Miki! Makasih, Gumi!”
Hari Minggu itu mereka habiskan di rumah, menikmati suasana acara Hari Papa.
Hari Papa by apuspitarh